KKP Perkuat Sinergi dengan Daerah Bangun Kawasan Sentra Industri Garam Nasional

Monday, 28 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Newsline.id — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat sinergi antara Pusat dan Daerah dalam pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. KKP Ajak berbagai pihak diantaranya Kanwil BPN NTT, Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Dinas PUPR, PLN, Kejaksaan Tinggi, Satreskrim dan Masyarakat untuk bersama-sama dalam meningkatkan produksi, kualitas, serta kemandirian garam nasional menuju swasembada garam nasional.

“Keterlibatan berbagai pihak sangat dibutuhkan, kami sudah mintakan pendampingan kepada Kejaksaan untuk pendampingan program-program prioritas KKP, dukungan dinas kelautan dan perikanan provinsi juga sudah sangat baik, demikian juga dengan pemerintahan Kabupaten Rote Ndao, kita harus bersinergi semua” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara dalam siaran resmi KKP di Jakarta, (28/7).

Baca Juga  Dukung Asta Cita, Kemdiktisaintek Kuatkan Riset untuk Pemerataan dan Pertumbuhan Ekonomi

Koswara menambahkan pihaknya juga sudah menandatangani beberapa perjanjian kerjasama diantaranya dengan BPN NTT dan PLN untuk kelancaran program ini. Kolaborasi pelaksanaan garam ini sangat penting mengingat garam bukan hanya komoditas strategis, tetapi bagian penting dari ketahanan pangan dan industri nasional. KKP mendorong industrialisasi sektor pergaraman berbasis kawasan untuk efisiensi rantai pasok, peningkatan kesejahteraan petambak, serta nilai tambah produk garam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kawasan K-SIGN akan dikembangkan dalam tiga tahap hingga tahun 2027 dengan total luas lahan ±13.000 hektare yang terbagi dalam 10 zona produksi. Setiap zona akan dilengkapi fasilitas produksi, pabrik pengolahan, dan infrastruktur pendukung seperti dermaga distribusi dan jalan produksi. Pengembangan tahap pertama akan dimulai di Zona 1 seluas 1.192 hektar.

Dalam jangka panjang, keberadaan K-SIGN di Rote Ndao diharapkan menjadi katalis pertumbuhan industri turunan, seperti garam konsumsi, aneka pangan, dan industri kimia. Peningkatan pendapatan daerah dan devisa negara juga menjadi dampak ekonomi signifikan dari proyek ini.

Baca Juga  Menulis Ulang Makna Merdeka di Usia Indonesia ke-80

*Hasilkan garam dengan NaCl di atas 97%*

Direktur Sumber Daya Kelautan, Frista Yorhanita, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan kawasan ini turut didukung oleh mekanisasi panen, penyediaan washing plant, laboratorium kualitas, hingga optimalisasi kualitas air laut. Pihaknya menargetkan kadar NaCl garam yang dihasilkan mencapai lebih dari 97% agar memenuhi standar industri.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao juga menyambut positif pembangunan K-SIGN. Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, menyampaikan komitmen penuh dalam mendukung realisasi kawasan tersebut. Pengembangan K-SIGN juga dirancang untuk memberdayakan masyarakat lokal. Ribuan tenaga kerja diproyeksikan terserap dari berbagai lapisan, mulai dari petambak, tenaga produksi, buruh angkut, hingga pengelolaan pasca-panen.

“Rote Ndao memiliki potensi lahan dan iklim yang sangat mendukung produksi garam. Kami siap berkontribusi menjadikan daerah ini sebagai lumbung garam nasional yang tangguh dan berdaya saing,” ucapnya.

Baca Juga  Harga Minyak Dunia Berpotensi Meroket 2025: Investor Harus Siap Hadapi Peluang dan Risiko

Selain aspek teknis, KKP juga telah merancang skema kelembagaan dan kemitraan bisnis garam untuk memastikan keberlanjutan usaha. PT Garam, BUMD, dan koperasi lokal akan dilibatkan dalam pengelolaan kawasan secara profesional dan akuntabel. KKP bersama BPN dan PLN juga tengah menyiapkan legalitas lahan dan infrastruktur dasar.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam mewujudkan sektor kelautan yang maju, berkelanjutan, dan berkeadilan. (****)

Sumber : Kementerian Kelautan dan Perikanan 

Berita Terkait

Harga Emas Awal Pekan Naik, Apakah Masih Jadi Investasi Favorit?
Mangrove Festival 2025: Indonesia Perkuat Konsolidasi Nasional Rehabilitasi Ekosistem Mangrove
Hati-Hati dengan Phishing! Modus Penipuan Lewat Email dan WhatsApp
Begini Cara Memilih Mobil Bekas yang Masih Layak Pakai
Bagaimana Estetika Otomotif Berubah dari Masa ke Masa
SUV Terbaru 2025: Deretan Mobil Gagah dengan Teknologi Terkini
Meriahnya Jazz Gunung Bromo 2025: Ketika Musik, Kabut, dan Budaya Menjadi Satu Cerita Tak Terlupakan
Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis Pariwisata Lewat Business Matching di Malaysia
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 23 August 2025 - 19:39 WITA

Harga Emas Awal Pekan Naik, Apakah Masih Jadi Investasi Favorit?

Friday, 1 August 2025 - 17:50 WITA

Mangrove Festival 2025: Indonesia Perkuat Konsolidasi Nasional Rehabilitasi Ekosistem Mangrove

Friday, 1 August 2025 - 17:42 WITA

Hati-Hati dengan Phishing! Modus Penipuan Lewat Email dan WhatsApp

Friday, 1 August 2025 - 17:39 WITA

Begini Cara Memilih Mobil Bekas yang Masih Layak Pakai

Friday, 1 August 2025 - 17:34 WITA

Bagaimana Estetika Otomotif Berubah dari Masa ke Masa

Berita Terbaru

Harga Emas

Uncategorized

Harga Emas Awal Pekan Naik, Apakah Masih Jadi Investasi Favorit?

Saturday, 23 Aug 2025 - 19:39 WITA